INFO PUBLIK

Berbagi Info Seputar Pendidikan dan Pemerintahan

Sabtu, 25 September 2021

PENGERTIAN SIFAT DAN KEGUNAAN ASAM, BASA DAN GARAM

| Sabtu, 25 September 2021
Pengertian Sifat dan Kegunaan Asam, Basa dan Garam

Pengertian Sifat dan Kegunaan Asam, Basa dan Garam. Zat merupakan materi yang susunan unsur-unsurnya tidak berubah-ubah. Ada banyak sekali zat yang ada di bumi ini. Untuk mempermudah dalam mempelajarinya, zat diklasifikasikan berdasarkan kriteria tertentu. Zat meliputi zat murni dan campuran. Zat murni dapat berupa unsur dan senyawa. Sedangkan campuran dapat berupa campuran homogen dan campuran heterogen. Zat juga dapat diklasifikasikan berdasarkan derajat keasamannya, yaitu menjadi asam, basa, dan garam.

A. Asam
Secara kimia, asam adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidrogen (H+). Asam akan terionisasi menjadi ion hidrogen dan ion sisa asam yang bermuatan negatif.

Secara umum, asam memiliki sifat sebagai berikut:
·          Rasa: masam ketika dilarutkan dalam air.
·          Sentuhan: asam terasa menyengat bila disentuh, dan dapat merusak kulit, terutama bila asamnya asam pekat.
·          Kereaktifan: asam bereaksi hebat dengan kebanyakan logam, yaitu korosif terhadap logam.
·          Hantaran listrik: asam, walaupun tidak selalu ionik, merupakan cairan elektrolit.
·          PH yang kurang dari 7
·          Dapat mengubah kertas lakmus biru menjadi mera

Berdasarkan asal terbentuknya, asam dapat dibedakan menjadi asam organik dan asam mineral.
1. Asam Organik

Asam-asam yang diperoleh secara alami dalam hewan dan tumbuhan, disebut sebagai Asam Organik. Asam Organik terdapat pada berbagai tumbuhan dapat menghasilkan asam-asam tertentu. Contoh: Berbagai tumbuhan dapat menghasilkan asam-asam tertentu, diantaranya:
·          Asam sitrat adalah senyawa yang menyebabkan rasa masam pada buah jeruk dan buah lemon.
·          Asam maleat adalah senyawa yang menyebabkan rasa masam pada buah apel dan buah pir.
·          Asam tartrat adalah senyawa yang menyebabkan rasa masam pada buah anggur.
·          Asam askorbat adalah vitamin C yang terdapat dalam berbagai buah dan sayuran.
·          Asam asetat dihasilkan dalam proses pembuatan minuman beralkohol dari buah anggur.
·          Asam benzoat dihasilkan dari tanaman genus Styrax.

Selain terdapat dalam berbagai buah dan sayuran, asam organik juga terdapat dalam berbagai hewan, bahkan tubuh kita. Contoh:
·          Semut menghasilkan asam format (HCOOH) atau asam semut untuk mempertahankan dirinya dari serangan hewan lainnya.
·          Sengatan lebah akan terasa sakit di kulit, karena mengandung asam.
·          Didalam lambung kita menghasilkan asam lambung/asam klorida (HCI) untuk mencerna makanan yang kita makan.
·          Beberapa bakteri tertentu dapat menghasilkan asam asetat.
·          Seiring dengan semakin berkembangnya ilmu kimia, para ahli kimia kemudian dapat membuat berbagai jenis asam dari berbagai bahan mineral. Asam yang diperoleh dari mineral ini disebut ASAM MINERAL.

2. Asam Mineral:
Contoh Asam Mineral adalah Asam sulfat, Asam klorida, Asam nitrat, dan Asam fosfat.
Jika asam dilarutkan ke dalam air, akan membentuk larutan yang bersifat asam, yang di sebut larutan asam.
Asam yang terdapat dalam berbagai buah dan sayuran, tergolong asam yang tidak berbahaya bagi tubuh kita. Akan tetapi, banyak di antara berbagai asam yang sangat berbahaya jika terkena tubuh kita karena dapat merusak kulit. Oleh karena itu, kamu jangan mencicipi asam, jika kamu tidak mengetahui dengan benar bahaya-tidaknya asam-asam tersebut.

Asam memiliki berbagai kegunaan. Asam sering digunakan untuk menghilangkan karat dari logam dalam proses yang disebut "pengawetasaman" (pickling). Asam dapat digunakan sebagai elektrolit di dalam baterai sel basah, seperti asam sulfat yang digunakan di dalam baterai mobil. Pada tubuh manusia dan berbagai hewan, asam klorida merupakan bagian dari asam lambung yang disekresikan di dalam lambung untuk membantu memecah protein dan polisakarida maupun mengubah proenzim pepsinogen yang inaktif menjadi enzim pepsin. Asam juga digunakan sebagai katalis; misalnya, asam sulfat sangat banyak digunakan dalam proses alkilasi pada pembuatan bensin.
                                                                                      
B. Basa
Basa adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidroksida (OH–). Ion hidroksida terbentuk karena senyawa hidroksida dapat mengikat satu elektron pada saat dimasukkan ke dalam air. Basa dapat menetralisir asam (H+) sehingga dihasilkan air (H2O). Sabun merupakan salah satu zat yang bersifat basa.

Beberapa basa yang dikenal
Aluminium hidroksida (AI[OH]3)    Terdapat di Deodoran dan antasida
Kalsium hidroksida (Ca(OH)2)      Terdapat di Plester
Magnesium hidroksida (Mg(OH)2) Terdapat di        Antasida
Natrium hidroksida (NaOH)  Terdapat di  Pembersih saluran pipa
Kalium hidroksida (KOH)      Terdapat di Pembuatan sabun
Amonium hidroksida (NH4OH)      Terdapat di  Pelarut desinfektan

Berikut ini Daftar Basa yang kuat
·          Kalium hidroksida (KOH)
·          Barium hidroksida (Ba(OH)2)
·          Caesium hidroksida (CsOH)
·          Natrium hidroksida (NaOH)
·          Stronsium hidroksida (Sr(OH)2)
·          Kalsium hidroksida (Ca(OH)2)
·          Magnesium hidroksida (Mg(OH)2)
·          Litium hidroksida (LiOH)
·          Rubidium hidroksida (RbOH)

Berikut ini Daftar Basa yang Lemah
·          gas amoniak (NH3)
·          besi hidroksida (Fe(OH)2)
·          Hydroksilamine (NH2OH)
·          Aluminium hidroksida (Al(OH)3)
·          Ammonia hydroksida (NH4OH)
·          Metilamin hydroxide (CH3NH3OH
·          Etilamin hydroxide (C2H5NH3OH)

Sifat-sifat larutan basa adalah sebagai berikut: (a) Terasa licin jika terkena kulit. (b) Menghantarkan arus listrik.(c) Jika dilarutkan dalam air akan melepaskan ion hidroksida/OH. (d) Mengubah lakmus merah menjadi biru. (e) Menetralkan larutan asam.


C. Garam
Garam adalah senyawa yang terbentuk dari reaksi asam dan basa. Terdapat beberapa contoh garam, antara lain: NaCl, CaCl2, ZnSO4, NaNO2, dan lain-lain. Dalam kehidupan sehari–hari tentu kamu tidak asing dengan garam. Contoh garam adalah garam dapur (NaCl) yang biasa digunakan untuk keperluan memasak. Garam dapur dapat diperoleh dari air laut. Petani garam membuatnya dengan cara penguapan dan kristalisasi. Garam yang diperoleh kemudian diproses iodisasi (garam kalium, KI) sehingga diperoleh garam beriodium. Garam dapur juga dapat diperoleh dengan cara mencampur zat asam dan basa. Asam bereaksi dengan basa membentuk zat netral dan tidak bersifat asam maupun basa. Reaksi antara asam dan basa dinamakan reaksi netralisasi. Sebagai contoh asam klorida bereaksi dengan natrium hidroksida (soda api) akan membentuk garam dapur dan air. Jika dengan menggunakan proses penguapan, maka air akan menguap dan tersisa endapan garam dapur saja.
 
    HCl   + NaOH →       NaCl +        H2O
   Asam    Basa      Garam dapur     Air

Reaksi kimia yang dapat menghasilkan garam, antara lain:
1) Asam + basa menghasilkan garam + air
2) Basa + oksida asam menghasilkan garam + air
3) Asam + oksida basa menghasilkan garam + air
4) Oksida asam + oksida basa menghasilkan garam
5) Logam + asam menghasilkan garam + H2

Beberapa garam yang dikenal
·          putih (natrium klorida/garam dapur),
·          kuning (natrium kromat),
·          jingga (kalium dikromat),
·          merah (kalium ferisianida),
·          mauve (kobalt klorida heksahidrat),
·          biru (tembaga sulfat pentahidrat, ferric hexacyanoferrate),
·          ungu (kalium permanganat),
·          hijau (nikel klorida heksahidrat),
·          tidak berwarna (Magnesium Sulfate Heptahidrat) dan
·          hitam (mangan dioksida).

Reaksi penetralan berguna bagi manusia, antara lain produksi asam lambung (HCl) yang berlebihan dapat dinetralkan dengan menggunakan senyawa basa Mg(OH)2. Para petani menggunakan reaksi penetralan agar tanah yang terlalu asam dan tidak baik bagi tanaman dapat menjadi netral dengan menambahkan senyawa basa Ca(OH)2 atau air kapur. Pasta gigi mengandung basa berfungsi untuk menetralkan mulut kita dari asam, yang dapat merusak gigi dan menimbulkan bau mulut.

4. Identifikasi Asam, Basa, dan Senyawa

Berdasarkan sifat asam dan basa, larutan dibedakan menjadi tiga golongan yaitu : bersifat asam, basa, dan netral. Sifat larutan tersebut dapat ditunjukkan dengan menggunakan indikator asam-basa, yaitu zat-zat warna yang menghasilkan warna berbeda dalam larutan asam dan basa. Cara menentukan senyawa bersifat asam, basa atau netral dapat menggunakan kertas lakmus, larutan indikator atau larutan alami. Misal, lakmus merah dan biru.

Indikator  asam–basa dalam larutan yang bersifat asam, basa dan netral.
Lakmus digunakan sebagai indikator asam-basa, sebab lakmus memiliki beberapa keuntungan, yaitu: (1) Lakmus dapat berubah warna dengan cepat saat bereaksi dengan asam ataupun basa. (2) Lakmus sukar bereaksi dengan oksigen dalam udara sehingga dapat tahan lama. (3) Lakmus mudah diserap oleh kertas, sehingga digunakan dalam bentuk lakmus kertas. Lakmus adalah sejenis zat yang diperoleh dari jenis lumut kerak. Selain menggunakan indikator buatan, dipakai pula indikator alami untuk mengelompokkan bahan-bahan di lingkungan berdasarkan konsep asam, basa, dan garam. Indikator alami, seperti : bunga sepatu, kunyit, kulit manggis, kubis ungu atau jenis bunga-bungaan yang berwarna. Ekstrak bahan-bahan tersebut dapat memberikan warna yang berbeda dalam larutan asam dan basa.



Related Posts

2 komentar:

  1. Posting yang bermanfaat. Terima telah berbagi info yang menarik dan bermanfaat. Semoga infonya menjadi berkah buat pembaca lainnya dan semoga admin diberi keberkahan dan kesehatan. Selamat untuk terus berkaya, saya secara pribadi sangat menunggu update informasi dari admin

    BalasHapus
  2. I thank you for your interesting post. Posts on your blog provide a lot of additional insight into knowledge. Hopefully you can always provide the latest information. I am eagerly waiting for the latest information from you. Good luck.

    BalasHapus